Mengenal Lalat Maggot

Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul sering sekali melakukan penyuluhan pengelolaan sampah organik dengan maggot. BSF. Sebenarnya apakah maggot BSF itu ??

Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon.Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa.Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewasa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja.Tidak seperti lalat yang biasa kita temui, jenis bernama latin Hermetia Illucens ini memiliki banyak keuntungan dan manfaat bagi manusia.

Selama masa hidupnya maggot BSF mengkonsumsi makanan organik.Seperti yang kita ketahui, Indonesia marak akan limbah organik, sehingga membudidayakan maggot lalat super ini akan membantu menekan jumlah limbah organic yang sudah lama menjadi permasalahan masyarakat dan pemerintah.Kemampuan maggot BSF dalam memakan limbah organik sangat memukau.Sejumlah 15 ribu larva Black Fly Soldier dapat menghabiskan sekitar 2 kg makanan dan limbah organik hanya dalam waktu 24 jam saja.Bayangkan saja, jika satu ekor betina BSF dapat menghasilkan sekitar 600 telur. Maka hanya dibutuhkan sekitar 20 ekor lalat super betina untuk menghasilkan 10 ribu larva / maggot BSF untuk meningkirkan sampah organik setiap harinya.

Selain dapat mereduksi jumlah limbah tidak baik di sekitar kita, larva BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Bahkan, jenis pakan ternak satu ini semakin banyak penggemarnya.Itu lah mengapa budidaya maggot BSF semakin kesini semakin ramai dan menguntungkan.Maggot BSF dibekali nutrisi yang amat baik.Kandungan asam amino dan proteinnya adalah sumber nutrisi dan zat yang dibutuhkan oleh setiap hewan ternak untuk tumbuh sehat dan kuat.Nutrisi di atas tidak hanya baik untuk ayam, namun juga ikan, dan hewan peliharaan rumah lainnya seperti burung, iguana, tokek, dan sebagainya.Tidak hanya asam amino dan protein, maggot BSF juga mengandung protein sebesar 40%.

DLH Gunungkidul menghimbau agar TPS 3R yang ada di Kabupaten Gunungkidul dapat mengolah sampah organiknya dengan menggunakan maggot. Selain menambah nilai ekonomis, hal tersebut dipercaya sangat significant untuk mengurangi volume sampah organic yang kan dibuang ke TPS Wukirsari Baleharjo.

Previous Pembagian dan Penanaman Pohon di Argowijil

Leave Your Comment

Skip to content