Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia yang jatuh hari ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Apeldan Korve di Pantai Sundak. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen daerah dalam menjawab tantangan perubahan iklim global.
Aksi bersih pantai ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 41 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Gunungkidul. Sementara di tingkat nasional, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyuarakan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” lewat gerakan Indonesia ASRI.
Ratusan personel gabungan bahu-membahu menyisir garis pantai untuk membersihkan sampah. Aksi ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya: TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan jejaring Bank Sampah
Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa urusan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama secara inklusif.
Tak hanya fokus pada pembersihan sampah, aksi HLH Sedunia 2026 di Pantai Sundak juga diwarnai dengan langkah konkret penghijauan. Sebagai simbol investasi masa depan untuk bumi, dibagikan pula berbagai jenis bibit tanaman kepada masyarakat.
Jenis bibit yang dibagikan memiliki fungsi yang beragam, mulai dari tanaman pelindung pesisir, pakan ternak, hingga tanaman hias dan buah, antara lain: Tabebuya (untuk estetika dan peneduh kawasan wisata), Cemara Udang (sebagai benteng alami pemecah angin dan penahan abrasi pantai), Jati dan Sengon (tanaman tegakan untuk reboisasi), Jambu Biji (tanaman produktif yang menghasilkan buah), Indigofera (tanaman kaya nutrisi untuk pakan ternak sekaligus konservasi lahan), dan Ndrini (tanaman khas pesisir Gunungkidul)
Aksi ini diharapkan mampu memperluas kesadaran publik serta mendorong inovasi teknologi hijau demi memitigasi dampak buruk perubahan iklim yang kian nyata.
Selain Puncak Korve di Pantai Sundak, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, melalui Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 41 Tahun 2026, pada hari ini juga menggerakkan Gerakan Jum’at Bersih di seluruh instansi perangkat daerah, UPTD, kantor kapanewon (kecamatan), hingga kantor kalurahan (desa), dan Gerakan Jum’at Bersih serentak di semua sekolah dan Madrasah se-Kabupaten Gunungkidul.