Memasuki hari pertama bulan suci Ramadan 1447 H, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Di tengah kekhusyukan ibadah puasa, masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah langsung dari rumah masing-masing.
Peningkatan aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka biasanya memicu lonjakan sampah organik dan plastik. Oleh karena itu, DLH menekankan pentingnya pemisahan sampah agar tidak terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Beberapa langkah praktis yang dianjurkan bagi masyarakat selama bulan Ramadan antara lain:
- Ambil secukupnya: Ibadah puasa mengajarkan kita untuk menghargai makanan. Pastikan mengambil porsi sahur dan berbuka secukupnya agar tidak ada makanan yang terbuang menjadi sampah. Menghabiskan makanan adalah bentuk syukur terkecil yang bisa kita lakukan untuk bumi.
- Pisahkan sampah : Pisahkan sampah menjadi dua wadah utama: Organik (sisa potongan sayur, kulit buah, sisa makanan) dan Anorganik (botol plastik, kertas, kaleng). Sampah yang terpilah sejak dari dapur tidak akan menimbulkan bau busuk dan sangat membantu tugas para petugas kebersihan selama bulan puasa.
- Bawa Wadah Sendiri: Kurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat membeli takjil di luar rumah.
- Tabung Sampah: Kumpulkan sampah anorganik dan setorkan ke Bank Sampah terdekat. Hasilnya bisa menjadi nilai ekonomi tambahan
Segenap keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup mengucapkan:
“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H”
Semoga di bulan yang penuh ampunan ini, segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, dan upaya kita dalam menjaga kebersihan bumi menjadi catatan kebaikan yang tidak terputus. Mari wujudkan kota yang religius, bersih, dan nyaman bagi kita semua.