Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul mensosialisasikan gerakan Mas Gun Maos (Masyarakat Gunungkidul Mandiri Olah Sampah) dalam pertemuan rutin JPSM Kapanewon Karangmojo, Selasa (13/1/2026). Bertempat di Balai Kalurahan Karangmojo, sosialisasi ini bertujuan mengubah paradigma masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengolah sampah di sumbernya.
Untuk memudahkan masyarakat, DLH bersama JPSM memperkenalkan metode pengolahan sampah yang murah dan aplikatif, di antaranya:
- Eco Enzyme: Mengubah limbah kulit buah dan sayuran menjadi cairan multiguna (pembersih alami hingga pupuk).
- Metode Galon Tumpuk: Inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga yang sangat cocok untuk lahan terbatas, mampu menghasilkan pupuk organik cair (POC) secara efisien.
Pada pertemuan JPSM yang dihadiri oleh kurang lebih 60 orang anggota JPSM Karangmojo, Panewu Karangmojo dan Lurah Wiladeg ini, Ketua JPSM Kapanewon Karangmojo memaparkan kegiatan JPSM di Kapanewon Karangmojo. Diantaranya keberhasilan Kalurahan Bejiharjo, Kalurahan Ngawis dan Kalurahan Bendungan dalam membentuk Bank Sampah diseluruh padukuhan, selain itu telah dilakukan Sosialisasi Bank Sampah di 25 padukuhan dan sekolah-sekolah di wilayah Kapanewon Karangmojo.
JPSM Karangmojo berkomitmen untuk terus melakukan ekspansi sosialisasi ke sekolah-sekolah dan padukuhan yang belum terjangkau. Target besarnya adalah memastikan seluruh wilayah Kapanewon Karangmojo teredukasi dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang mumpuni sebelum satu tahun berjalan.